Rabu, 01 Desember 2010

Paragraf pada Bahasa Indonesia

Paragraf biasa dikenal dengan nama lain, yaitu alinea. Awal paragraf ditandai dengan masuknya baris baru.kedalam biasanya 5 karakter(tab). Dalam beberapa program awal paragraf ditandai oleh simbol pilcrow (¶).Tujuan dari suatu paragraf adalah memudahkan dalam memahami suatu tema

Syarat-Syarat Paragraf

a) Kesatuan dan Kepaduan Paragraf
Paragraf biasanya hanya memiliki satu pokok pikiran. Dari kalimat pokok tersebut dijelaskan oleh kalimat-kalimat penjelas yang disusun secara cermat agar tidak keluar dari ide pokok paragraf. Jika terdapat kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran paragraf, paragraf tidak menjadi satu kesatuan dan paragraf akan sulit dimengerti pokok pikiran yang terdapat dalam paragraf tersebut.
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf.

c) Adanya Kalimat Pokok
Kalimat pokok adalah ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas. Biasanya kalimat pokok berada diawal atau di akhir paragraf, tapi ada juga penulis yang membuat kalimat pokok berada di tengah dari sebuah paragraf.

d) Adanya Kalimat Penjelas
Kalimat penjelasan adalah kalimat yang akan menjelaskan dari kalimat pokok dapat berupa tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Unsur kebahasaan
Repetisi
Pengulangan kata-kata yang dianggap cukup penting atau menjadi topik pembahasan.

Kata Ganti
Ada 2 jenis kata ganti, yaitu kata ganti orang dan kata ganti yang lain.
1. Kata Ganti Orang
Untuk memadukan kalimat-kalimat dalam suatu paragraf, dapat digunakan kata ganti orang. Pemakaian kata ganti ini berguna untuk menghindari penyebutan nama orang berkali-kali. Kata ganti orang, yaitu adalah saya, aku, ku, kita, kami (kata ganti orang pertama), engkau, kau, kamu, mu, kamu sekalian (kata ganti orang kedua), dia, ia, beliau, mereka, dan nya (kata ganti orang ketiga).

2. Kata Ganti yang lain
Kata ganti lain yang dapat digunakan dalam untuk memadukan paragraf adalah itu, ini, tadi, begitu, demikian, di situ, ke situ, di atas, di sana, dan sebagainya.

Kata transisi
Kata transisi adalah kata yang berada di antara kata ganti dan kata repetisi. Macam-macam dari kata transisi adalah:
1. tambahan: lebih lagi, tambah pula, di samping itu.
2. pertentangan: akan tetapi, bagaimanapun, sebaiknya.
3. perbandingan: sebagaimana, dalam hal yang demikian
4. akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi.
5. tujuan: untuk itu, untuk maksud itu, supaya.
6. waktu: sementara itu, kemarin, segera.
7. tempat: di sana, berikatan dengan, berdampingan dengan.

Macam-macam Paragraf menurut teknik pemaparannya
a. Deskriptif
Paragraf Deksriptif merupakan paragraf yang menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang akan menjelaskan dan akan merangsang otak agar terasa realistis. Paragraf ini menjelaskan apa yang terlihat di depan mata.

b. Ekspositoris
Paragraf Ekspositoris atau paragraf paparan menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengerti. Paragraf ini menampilkan suatu objek. Peninjauannya tertuju pada satu unsur saja. Penyampaiannya dapat menggunakan perkembangan analisis kronolis atau keruangan.

c. Argumentatif
Paragraf argumentatif dapat dimasukkan ke dalam jenis ekspositiris. Paragraf ini berisi fakta-fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanya untuk menegaskan pendapat dari penulis. Paragraf ini lebih untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek.

d. Naratif
Karangan narasi biasanya digunakan untuk menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi ataupun hanya untuk mengarang sebuah karangan. Oleh sebab itu, karangan narasi atau paragraf narasi biasanya kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.

Macam-macam Paragraf berdasarkan Nalar
Letak kalimat pokok pada paragraf-paragraf itu berbeda-beda. Paragraf yang meletakkan kalimat pokok pada awal paragraf, disebut paragraf deduktif, sedangkan paragraf yang meletakkan kalimat pokok di akhir paragraf disebut paragraf induktif.
Kalimat pokok yang baik adalah kalimat pokok yang jelas maksudnya dan mudah dipahami. Pembaca tidak usah berpikir, lama-lama apa yang dimaksudnya oleh penulis. Biasanya, kalimat yang mudah dipahami itu adalah kalimat yang sederhana, ringkas, dan tidak berbelit-belit.

a. Paragraf Deduksi
Paragraf deduktif adalah paragraf yang memiliki kalimat pokok terletak pada awal paragraf yang dikembangkan dengan pemaparan atau sampai bagian-bagian kecil sehingga pengertian kalimat pokok umum menjadi jelas. Paragraf yang cara pengembangannya seperti ini disebut pargraf deduksi paparan yang biasa kita kenal dengan nama paragraf deduksi. Topik paragraph adalah pikiran utama di dalam sebuah paragraf. Semua pembicaraan dalam paragraf itu terpusat pada pikiran utama ini. Oleh sebab itu, kadang-kadang di sebut juga gagasan pokok di dalam sebuah paragraf. Apa yang menjadi pokok menjadi pembicaraan dalam sebuah paragraf, itulah topik paragraf. Topik paragraf dijabarkan dalam kalimat topik atau kalimat utama.

b. Paragraf Induksi
Paragraf dimulai dengan penjelasan bagian-bagian kongkrit yang dituangkan dalam beberapa kalimat pengembang penjelasan itu pengarang samapi kepada kesimpulan umum dinamakan kalimat topic pada akhir pargraf. Pargraf yang tersusun seperti ini disebut paragraf induksi.

c. Paragraf Campuran
Paragraf dapat dimulai dengan kalimat topic disusul kalimat umum dan diakhiri kalimat penegas. Sebaliknya dapat pula kalimat penegas terbagi dua, sebagian di akhir paragraf dan kaliamt topiknya ditengah. Paragraph yang terbentuk dengan cara pertama disebut paragraph campuran / kombinasi.

Macam-Macam Paragraf menurut Menurut Jenis
Dalam sebuah karangan biasanya terdapat tiga macam paragraf jika dilihat dari segi jenisnya.

1. Paragraf Pembuka
Paragraf ini merupakan pembuka atau pengantar untuk samai pada segala pembicaraan yang akan menyusul kemudian. Paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya. Salah satu cara untuk menerik perhatian ini ialah dengna mengutip pertanyaan yang memberikan rangsangan dari para orang terkemuka atau orang yang terkenal.

2. Paragraf Pengembangan
Paragraf pengembangan ialah paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan paragraf yang terakhir sekali di dalam bab atau anak bab. Paragraf ini mengembangkan pokok pembicaraan yang dirancang. Paragraf pengembangna mengemukakan inti persoalan yang akan dikemukakan. Satu paragraf dan paragraf lain harus memperlihatkan hubungan dengan cara ekspositoris, dengan cara deskriptif, dengan cara naratif, atau dengan cara argumentative yang akan dibicarakan pada halaman-halaman selanjutnya.

3. Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuan yang lebih kecil di dalam karangan itu. Paragraf penutup berupa simpulan semua pembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian-bagian sebelumnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More