Minggu, 31 Oktober 2010

Kalimat Dasar dalam Bahasa Indonesia

Unsur dasar aturan dari bahasa Indonesia, yaitu SPO(Subjek, Predikat, Objek) dan biasanya ditambah dengan K(keterangan). Untuk dapat menuliskan kalimat yang baik dan benar, kita harus mengetahui unsur-unsur tersebut.

Unsur-unsur yang ada untuk membuat sebuah kalimat biasanya adalah Subjek, Predikat dan Objek juga bisa ditambah dengan unsur lain seperti Keterangan.

  • Unsur-unsur Kalimat

1. Subjek dalam kalimat Bahasa Indonesia biasanya adalah kata yang mewakili sesuatu yang melakukan kegiatan tertentu biasanya makhluk hidup. Misalnya: Nani, Susi, Ibu, dll.

2. Predikat adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Misalnya: menyanyi, memukul, memasak, dll.

3. Objek adalah sesuatu yang digunakan oleh suatu subjek untuk melakukan kegiatan. Misalnya: tembok, telepon, tv, radio, dll.

4. Keterangan disini dapat berupa keterangan tempat, waktu maupun alat bantu.

  • Pola Dasar Kalimat

1. Kalimat Tunggal

Kalimat yang hanya terdiri dari unsur inti (S, P) atau satu klausa saja. Tidak ada konjuktor atau kata penghubung dalam kalimat tersebut.

Contoh:
• Ayah sedang membaca.

• Adi bermain bola.

• Ibu sakit.

Ketiga contoh di atas masing-masing hanya mengandung satu klausa saja.

2. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat yang terdiri dari dua atau lebih unsur inti (rangkaian S, P) dan keduanya saling bergantung atau memiliki derajat yang sama, biasanya terdapat konjuktor/kata penghubung misalnya dan, atau, dan lainnya.


Contoh:
• Ayah membaca buku dan Ibu memasak di dapur.

• Tuti tidak senang membaca, tetapi ia pandai.

• Budi tidak saja melihat, bahkan ia yang pertama kali menolong korban itu.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat yang terdiri dari dua atau lebih unsur inti (rangkaian S, P) dan salah satu unsurnya menjadi bagian dari unsur yang lain.

Contoh:
• Karena ibu sakit, ayah memasak.

• Budi datang ketika saya sedang bermain.

• Walaupun ayahnya melarang, ia tetap berangkat.

Keterangan :

1. Klausa yang dikonjungsikan dinamakan anak kalimat, sedangkan yang tidak

dinamakan induk kalimat.

2. Perbandingan pola kalimat berdasarkan jenis kata atau fungsi dapat anda ingat

pada pola dasar kalimat bahasa Indonesia.

Sebuah kalimat tunggal terdiri satu rangkaian unsur inti (S, P). Perluasan dari kalimat tunggal biasanya tidak melampaui batas (S, P) atau tidak membentuk pola kalimat baru.

Cara menentukan kalimat inti dari kalimat perluasan sebagai berikut :

Orang yang tinggi besar itu sama sekali bukan tetangga kakakku.

Kalimat intinya: Orang itu kakakku.

Ia berlari dengan cepat agar tidak terlambat.

Kalimat intinya: Ia berlari.

Hal tersebut didasarkan pada pengertian bahwa gatra/jabatan kalimat terbagi sebagai berikut:

- Gatra inti: Subjek dan Predikat

- Gatra tambahan: Objek (tambahan erat), Keterangan (tambahan longgar).

Dengan demikian penentuan kalimat inti segera dapat diketahui dengan mengambil Subjek dan Predikat intinya.

Adapun ciri-ciri kalimat inti adalah sebagai berikut :

• bersusun S/P

• terdiri atas dua kata (S bisa ditambah ini, itu)

• kalimat berita

• positif

Dari dua contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa kalimat inti dari kalimat perluasan adalah rangkaian dari subjek inti (yang dipokokkan) dengan predikat inti (yang menerangkan pokok).

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More